01. Mengenal Interface Blender – E-learning 2010

(Oleh: Yuniar Fajar Perdhana – [email protected])

Saat pertama kali menjalankan Blender, sebuah splash screen akan muncul sesaat sebelum tampilan pelaksanaan default terbuka.  Jika Anda telah familiar dengan perangkat lunak 3D lain misalnya Maya, 3Ds Max, atau XSI, maka tampilan aplikasi Blender secara sekilas relatif tidak sama dengan tampilan aplikasi-software tadi. Tetapi, apabila sedikit diteliti lagi, maka kita akan menemukan kecenderungan, yakni adanya 3D Viewport, Outliner, dan Timeline. Blender jua menggunakan shortcut keyboard buat memudahkan user dalam bekerja. Shortcut-shortcut tersebut dapat diedit sinkron kebutuhan pengguna

Tampilan awal BlenderOverview

Secara default, tampilan primer Blender disusun sang Editor, Header, Context buttons, Regions, Panels, & Controls.

Tampilan dasar aplikasi Blender beserta mapping fitur-fiturnya.

Berikut ini merupakan penerangan secara generik menurut fitur-fitur yang masih ada dalam pelaksanaan Blender:Editor

merupakan bagian berdasarkan perangkat lunak yg mempunyai fungsi spesifik (3D view, Properties Editor, Video Sequence Editor, Nodes Editor, dsb). Masing-masing editor mempunyai Header-nya masing-masing pada permukaan atau bawahnya.Context Buttons

menaruh akses dalam options. Context Buttons misalnya tabs dan sering diletakkan pada atas editor header (misalnya Properties Editor).Untuk setiap editor, options dikelompokkan pada Panels buat mengatur interface secara logis (Shadow panel, Color panel, Dimensions panel, dsb).Regions dimasukkan pada beberapa editor. Dengan cara itu, panel & control dikelompokkan di sana. Untuk mengoptimalkan workspace, dimungkinkan buat secara ad interim menyembunyikan region dengan hotkeys T & N buat Toolbar & Properties Region.Controls masih ada dalam Panels. Dengan memakai Controls, pengguna bisa merubah function, option, atauvalue. Dalam Blender terdapat beberapa tipe controls:Buttons: Memberikan akses pada sebuah tool (Translate, Rotate, Insert Keyframe). Tools-tools mempunyai sebuah shortcut keyboard untuk mempercepat penggunaan. Untuk menampilkan shortcut dapat dilakukan dengan cara meletakkan cursor mouse ke atas sebuah button buat melihat tooltip.

Checkbox: Memberikan akses buat mengaktifkan atau menon-aktifkan sebuah option. Control ini hanya dapat memuat sebuah nilai boolean (Ya/Tidak, 1/0).

Sliders:Berfungsi untuk memasukkan sebuah nilai bertipe bilangan desimal. Nilai ini bisa diset terbatas (misal berdasarkan 0.0 sampai dengan 100.0) atau nir terbatas (berdasarkan -∞ s/d +∞).

Menu:Berfungsi buat meletakkan sebuah nilai supaya bisa dipilih melalui sebuah list. Perbedaan antara hidangan menggunakan checkbox adalah, pada menu nilai dapat diberi nama serta dapat lebih dari dua value yg dapat dimasukkan dalam sajian ini.Blender Windowing System

Tampilan user interface Blender tersusun oleh area-area berbentuk persegi yang dianggap windows (atau terkadang disebut area). Keseluruhan susunan menurut window-window ini dianggap workspace (area kerja).

Tampilan ini terbagi sebagai 5 windows dan secara default terbuka setiap kali menjalankan aplikasi Blender. Window-window ini adalah (perhatikan gambar pada bawahnya!):Info window (warna merah) di permukaan. Info window ini hanya terdiri berdasarkan sebuah header.3D window/3D View (warna hijau)Timeline window di bagian bawah (warna ungu)Outliner window di bagian kanan-atas (warna kuning)Properties window/Buttons window pada bagian kanan-bawah (warna biru)

Sebagai sosialisasi, kita akan membahas beberapa elemen dasarnya.Info Window (main sajian)

Window Info ini terletak pada bagian atas layar pelaksanaan Blender & mempunyai komponen-komponen berikut adalah (rona huruf disesuaikan menggunakan rona di gambar atas):Window/Editor Type Selector: Berfungsi buat mengubah Window/Editor Type, seperti 3D View, User Preferences, Outliner, dsb. Bagian ini terdapat pada setiap window.Menu options: Berfungsi buat menaruh akses pada opsi-opsi dan hidangan-sajian utama.Current Screen (default: “Default”): Berfungsi buat menentukan Screens yg tidak sama. Secara default, Blender dilengkapi dengan beberapa Screen pre-configured yg dapat dipilih oleh pengguna (pada antaranya: Animation, Scripting, dsb). apabila kita membutuhkan kustomisasi layout screen, kita dapat membuatnya kemudian memberinya nama.Current Scene: Berfungsi buat memilih Scene yang berbeda. Memiliki beberapa Scene sekaligus memungkinkan kita buat bekerja menggunakan lingkungan impian yg terpisah, dengan data yg terpisah, atau menggunakan objek atau data yg saling terhubung.Current Engine: Kumpulan/list rendering engine & game engine yg tersedia.Resource Information: Menampilkan keterangan tentang Blender dan asal daya sistem yang dipakai. Bagian ini menampilkan juga seberapa besarmemori yang dipakai berdasarkan jumlah simpul, wajah, dan objek pada scene yang dipilih, pula jumlah resource-resource yang sedang dipilih. Ini membantu kita buat mengidentifikasi saat penggunaan aplikasi kita melampaui kemampuan hardware kita.3D Window View

3D Cursor: Dapat memiliki beberapa fungsi sekaligus. Contohnya, merepresentasikan pada mana objek baru timbul waktu dibentuk pertama kali, atau bisa jua merepresentasikan di mana posisi pusat rotasi sebuah objek.

3D Transform Manipulator: Sebuah bantuan visual buat transformasi objek (grab/pindah, rotate/putar & scale/ubah berukuran). Objek dapat pula ditransformasikan memakai shortcut keyboard: [G] buat grab/pindah, [R] buat rotate/putar, dan [S] buat scale/ubah ukuran.Cube Mesh: Secara default, Blender yang baru diinstal akan selalu dimulai menggunakan sebuah Cube Mesh yg berada pada posisi tengah menurut Global 3D space (dalam gambar di atas telah dipindahkan).

Light (of type Lamp): Secara default, Light ini berada diposisi yang dekat dengan bagian tengah dari Global 3D space.

Camera: Komponen ini jua secara default berada pada posisi yg dekat dengan bagian tengah Global 3D space dan menghadap ke sana.3D Window Header

Header buat 3D window. Setiap window pada Blender memiliki header, walaupun dalam beberapa perkara header ini mampu jadi terdapat di bagian bawah window.

Window/Editor Type Selector: Berfungsi buat merubah tipe window. Opsi ini dapat ditemukan dalam setiap header window. Contohnya, apabila kita ingin melihat window Outliner, maka kita bisa meng-klik & menentukan tombol ini.

3D Transform manipulator options: Akses ke manipulator widget bisa juga dilakukan menggunakan meng-klik icon sistem koordinat di toolbar.

Viewport shading: Blender merender 3D window menggunakan OpenGL. Anda dapat memilih tipe Viewport shading yg akan ada dengan cara meng-klik tombol ini & menentukan jenis shading style. Direkomendasikan Anda mempunyai graphic card yg powerful jika akan menggunakan Textured style.

Layers: Layer dalam Blender digunakan buat membantu mendistribusikan objek-objek anda ke pada kelompok yang fungsional. Contohnya, sebuah layer bisa memuat sebuah objek air & layer lainnya bisa memuat pohon-pohon, atau layer lain lagi bisa memuat kamera & pencahayaan. Untuk menyederhanakan tampilan, Anda bisa menciptakan layer ditampilkan (on) atau nir ditampilkan (off).Buttons (Properties) Window Header

Properties window menampilkan panel fungsi. Panel yang berisi fungsi-fungsi yg sejenis dikelompokkan, misalnya seluruh opsi yg herbi rendering berada pada satu kelompok. Pada header Properties WIndows, masih ada sebaris button yg dianggap Context Buttons. Context Buttons ini berfungsi buat melihat grup mana berdasarkan panel yang ditampilkan. Beberapa panel hanya terlihat waktu Objek-objek tertentu dipilih.Outliner Window

Window ini memuat semua objek pada sebuah scene & akan sangat berguna saat bekerja dengan scene yg akbar & poly item. Anda bisa memilih tipe elemen apa dan bagaimana elemen-elemen itu ditampilkan dalam header.Timeline Window

Window ini berfungsi buat mengatur timeline dalam sebuah animasi.Video

Untuk lebih jelas lagi memahami mengenai interface pelaksanaan Blender ini, silahkan simak video pada bawah ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *