Blended Learning: Strategi Metode Pembelajaran Efektif Di Era New Normal

“Pandemi telah membarui tradisi kehidupan kita.” Sebuah gagasan yang sempurna buat saat ini, new normal era. Terhitung semenjak penyebaran. Coronavirus Disease (Covid-19) sudah mewabah, maka diberlakukan banyak sekali bentuk protokol kesehatan & pengurangan kegiatan hubungan fisik secara pribadi, sebagai akibatnya mengakibatkan segala institusi pedagogi wajibmenyesuaikan menggunakan keadaan baru tadi. Institusi pendidikan pun menyentuh kultur baru menggunakan pengalihan aktivitas pembelajaran ke sistem daring. Metode perkuliahan secara online sebagai pilihan yg efektif ketika ini bagi global pendidikan dalam menghadapi situasi pandemi. Tetapi, perlu kita ketahui apakah metode tersebut akan dijalankan hingga covid-19 benar-benar musnah? atau apakah metode perkuliahan secara konvensional (tatap muka) wajibsegera pulang diterapkan?

Efek diberlakukannya pembelajaran secara daring tentu mengakibatkan pro & kontra pada kalangan pengajar dan mahasiswa. Tantangan dan kasus yg timbul pada proses pelaksanaan daring sangat kompleks. Fasilitas yang dimiliki mahasiswa kurang memadai. Pelaksanaan kuliah daring di tengah pandemi ketika ini terkesan mendadak, kaku, & kurang efektif. Perisapan pendidikan di Indonesia masih belum matang, sebagai akibatnya diharapkan suatu strategi yang dianggap bisa menanggulagi perkara tesebut, melalui eksploitasi terhadap Teknologi Pendidikan (Education Technology), Teknologi Informasi (Information Technology atau IT) dan atau Teknologi Komunikasi Dan Informasi (Information and Communication atau ICT). (Arief S. Sadiman, 2007)).

Pendidikan dalam abad-21 sebagai baku kemajuan bagi pendidikan pada Indonesia agar dapat bersaing pada ranah internasional. Dunia sudah memasuki Revolusi Industri 4.0, Perguruan Tinggi harus menjadi motor inovasi disruptif. Caranya adalah menggunakan menciptakan kurikulum dan metode pembelajaran yang fleksibel & konstekstual dan harus mampu menjadi saluran pemikiran melalui riset & aneka macam   penemuan. Berbagai cara baru misalnya berpikir kreatif, inovatif, & solutif wajibsemakin dikembangkan. Keinginan mahasiswa dan dosen buat berinovasi harus ditumbuhkan.

Pendidikan yang maju harus mempunyai beberapa keterampilan yang setidaknya yg harus dikuasai oleh mahasiswa. Secara ringkas, keterampilan tadi dapat kita lihat pada kerangka yg dibentuk sang WEF (World Economic Forum) yang mencantumkan 16 keterampilan pendidikan abad-21 yaitu : literasi (literacy), berhitung (numeracy), literasi ilmiah (scientific literacy), literasi TIK (ICT literacy),literasi keuangan (financial literacy), literasi budaya dan kewarganegaraan (cultural and civic literacy), pemikiran kritis/pemecahan masalah (critical thinking), kreativitas (creativity), komunikasi (communication), kolaborasi (collaboration), keingintahuan (curiosity), inisiatif/prakarsa (initiative), kegigihan (persistence/grit), beradaptasi (adaptability), kepemimpinan (leadership), kesadaran sosial dan budaya (social and cultural awareness).

Maka pada esai ini, penulis akan membahas pemilihan metode pembelajaran yang sempurna akan sangat berpengaruh perkembangan kognitif dan pola pikir mahasiswa. Strategi blended learning merupakan pembelajaran yg mengintegrasikan  pembelajaran  tradisional tatap  muka  dan  pembelajaran  berbasis  komputer  (online dan offline) dan  majemuk  pilihan  komunikasi yang  dapat  dipakai  sang  pengajar  dan  siswa. (Dwiyogo, 2014). Blended learning dapat digunakan sebagai strategi pembelajaran yang fleksibel, lantaran tidak tergantung sang ketika dan tempat buat belajar.  Metode pembelajaran ini   memperlihatkan   beberapa   kemudahan   karena pembelajaran   dengan   komputer   nir   sepenuhnya menghilangkan pembelajaran tatap muka.

Blended learning dalam Penerapannya

Sistem perubahan pembelajaran dari konvensional sebagai pembelajaran daring menuntut mahasiswa, dosen, dan seluruh elemen pada dunia pendidikan melakukan transformasi buat sesegera mungkin mengikuti keadaan dan melek terhadap teknologi. Perguruan Tinggi memerlukan metode yang efektif supaya pembelajaran berjalan dengan optimal melalui pemanfaatan metode blended learning. Sesuai menggunakan yang dikemukakan. (Noord, S., 2007), pembelajaran blended adalah suatu penggabungan dari aneka macam bentuk pembelajaran yaitu daring, luring & tatap muka (in-Person Learning). Pembelajaran adonan (blended learning) merupakan pembaharuan dalam proses pembelajaran daring menggunakan berusaha mengintegrasikan inovasi pada teknologi pembelajaran menggunakan pembelajaran secara tradisional yaitu pembelajaran yang wajibselalu bekerjasama & berpartisipasi secara pribadi. (Thorne, 2003). Pembelajaran menggunakan metode blended learning adalah penggabungan komponen menurut aspek pembelajaran sesuai & asinkron dengan tujuan tercapainya efektifitas belajar yg optimal. (Piskurich, 2006).  Oleh karenanya, dalam kondisi new normal proses pembelajaran wajibsanggup berjalan efektif dan produktif. Kegiatan pembelajaran memerlukan pembaharuan melalui media elektronik menggunakan jaringan internet dengan mengkombinasikan pembelajaran sesuai & asinkron. (Purnama, Medina Nur Asyifah, 2020).

Langkah-langkah desain pembelajaran blended learning merupakan menjadi berikut:

1. Merumuskan Capaian Pembelajaran

Langkah pertama yang kita lakukan pada merancang sistem pembelajaran blended learning adalah merumuskan Courses Learning Outcomes (Capaian Pembelajaran Mata Kuliah) terlebih dahulu. Capaian pembelajaran adalah kompetensi yg dibutuhkan dapat dicapai oleh mahasiswa setelah mengikuti pembelajaran. Capaian dalam pembelajaran harus dirumuskan dengan baik lantaran akan menjadi dasar dalam meggembangkan komponen pembelajaran yang selanjutnya. Seperti dalam tetapkan, menentukan & menyusun materi yaitu; menentukan taktik atau perencanaan pembelajaran, menentukan materi pembelajaran serta menetapkan evalusi terhadap output belajarnya.

2. Memetakan dan Mengorganisasikan Bahan Pembelajaran Langkah

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjaditanggung jawab komentatorseperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama buat menaruh komentar!VIDEO PILIHAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *